PESUGIHAN PUTIH DENGAN AMALAN QUR’ANIYAH

Istilah pesugihan berasal dari Bahasa Jawa, yang akar katanya adalah ‘sugih’ dengan diberi sisipan berupa awalan ‘pe’ dan akhiran ‘an’. Karena itu jika diterjemahkan secara bebas mengandung arti ‘cara untuk kaya’, karena arti kata ‘sugih’ adalah ‘kaya’.
Mengingat istilah ‘pesugihan’ ini sering kali dikaitkan dengan usaha mengumpulkan kekayaan dengan jalan menyimpang, maka dalam ingatan umum selalu bermakna negatif. Orang yang melakukan ‘pesugihan’ diidentikkan dengan ‘menyembah atau menjadi budak setan’, dengan kata lain menyekutukan Allah SWT.
Namun demikian, usaha melakukan ‘pesugihan’ sejatinya tidak selamanya berkonotasi negatif.
Sebagai bukti, dalam khazanah ilmu-ilmu gaib peninggalan para wali dan Ulama Hikmah terdapat warisan luhur berupa ritual atau riyadhoh khusus sebagai ‘cara untuk kaya’. Ilmu inilah yang dikenal sebagai ‘Pesugihan Putih’. Seperti apakah ‘Pesugihan Putih’ dimaksud? Banyak sekali jenisnya.
Namun secara umum bisa disimpulkan semua amalannya bersumber dari Al Qur’an.
Salah satunya adalah Surat Al Waqi’ah. Fadhilah surat ini memang disebutkan untuk menarik kekayaan atau melancarkan rezeki. Kuncinya, amalkan dengan sepenuh keyakinan, dan jangan lupa jalankan ikhtiar lahir.

Guna menjawab rasa penasaran Anda, kami ridho mengijazahkan amalan Pesugihan Qur’aniyah tersebut.
Berikut petunjuk dan tata cara lengkapnya :

1. Terlebih dahulu siapkan minyak Misik Putih atau Elizabeth Arden Five Avenue (usahakan cari kualitas yang bagus dan istimewa, tidak campuran).

2. Tirakat atau riyadhoh khusus dilakukan setiap malam Jumat, dan ketika akan melakukannya minyak wangi yang sudah disiapkan tadi, diusap-usapkan ke telapak dan punggung tangan, dan diteteskan ke bara api agar asapnya mengepul dan mengeluarkan aroma wangi, tujuannya untuk mengundang malaikat, karena malaikat sangat suka wewangian, tujuannya agar mereka ikut mengaminkan doa kita sehingga doa kita cepat terkabul.

3. Setiap malam Jumat jam 1-2, dirikan Shalat Hajat dua rakaat. Usai Shalat Hajat, baca Surat Al Waqi’ah sekali. Namun harus diingat, khusus pada ayat 32, 33, 89 harus dibaca empat puluh kali ulangan.

4. Setelah selesai membaca Surat Al Waqi’ah dengan tata aturan seperti di atas, kemudian wiridkan amalan berikut:

– Subhanallah 33×

– Alhamdulillah 33×

– La Ilaha Illallah 33×

– Allahu Akbar 33×

– Istighfar 100×

– Shalawat 100×

5. Setelah menyelesaikan rangkaian amalan-amalan tersebut kemudian berdoalah dengan khusyuk:
“Ya Allah, karuniakanlah kepadaku harta kekayaan yang berlimpah ruah dan penuh barokah. Ya Maalikayaumiddiin, iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Aamiin, aamiin, aamiin, Ya Robbal ‘aalamiin.”

Bagi Anda yang terbiasa mendawamkan wirid dan zikir serta ibadah malam, tentu ritual ini tidak terlampau berat.
Yang penting kuatkan niat dan ikhlas ingin mendapatkan keridhoan Allah SWT.
Namun demikian, kami memberikan catatan khusus bahwa dengan mengamalkan ritual Pesugihan Putih ini bukan berarti pelakunya hanya bisa berpangku tangan atau malas-malasan menunggu rezeki turun dari langit. Sebaik dan sekhusyuk apapun ritual yang dilakukan, harus tetap dibarengi dengan usaha lahiriyah.
Maksudnya, Anda harus tetap bekerja sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Lalu, bagaimana dengan Anda yang kerja kantoran atau buruh pabrik? Bukankah gajinya sudah ditetapkan oleh manajemen perusahaan masing-masing? Lantas, dimana jalan untuk kaya atau mendapat rezeki kejutan?

Yang membatasi rezeki pegawai kantoran atau buruh itu adalah perusahaan, sedangkan Allah tidak pernah membatasi rezeki makhluknya. Yang penting dilakukan adalah mengusahakan suatu cara untuk menerima karunia Allah dari tirakat/riyadhoh yang kita lakukan.
Caranya adalah dengan mengusahakan kerja sampingan bagi para pekerja kantor atau buruh tadi.
Misalkan saja dengan berdagang, berbisnis, atau pekerjaan sampingan apa saja yang penting halal.
Kalau diibaratkan, rezeki itu seperti tendon air yang isinya penuh.
Anda harus membuat banyak kran untuk menampung air tersebut.
Krannya apa? Ya itu tadi, Anda harus membuat usaha-usaha sampingan, jangan terpaku pada gaji yang memang sudah dipatok jumlahnya.

Allah tidak akan menurunkan uang dari langit atau menaruhnya di bawah sajadah, tetapi semua itu harus diperoleh dengan usaha atau ikhtiar lahiriyah.
Namun demikian, sebagai jaminan suksesnya ritual ini Anda harus rajin shalat fardhu dan jangan maksiat. Kami juga mengingatkan, ketika melakukan ritual khusus luar biasa ini, Anda jangan memaksakan kehendak kepada Allah yakni memikirkan hasilnya seperti apa. Harus yakin sepenuhnya bahwa Allah Maha Pengabul doa dan Dia pasti telah menyiapkan skenario terbaik untuk kehidupan kita.
Harus fokus saja ibadah dan memperbaiki kualitas jatidiri. Udah, gitu aja!

Allah memberikan karunia kepada hambaNya sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Artinya, berdoa.. berdoa dan terus berdoa. Ingat, doa itu sejatinya adalah rangkaian ibadah kita, yakni doa sebagai ikhtiar batin sekaligus juga usaha sebagai ikhtiar lahir.
Jika keduanya sinkron dan saling melengkapi, maka yakinlah Anda akan kecukupan harta dengan ilmu yang kami ijazahkan ini

#FREE KONSULTASI YANG PUNYA HUTANG BERTUMPUK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *