agar suara merdu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,salamun qaulamirabbirrahiim.

sejahteralah saudaraku semuanya setanah air nan merdeka dan berdaulat Indonesia.

menyerahkan ini “pakaian” pada teman-teman.mudah-mudahan ada ketetapan jodoh untuk bisa dipakai dalam kadar kebutuhan dalam hidup dan kehidupan ini……..

Pakaian ini sejak bermula diturunkan kepada saya ianya bernama “Peluas Suara” dengan marwah manfaat untuk menjadikan suara kita menjadi lebih luas,lawas,dan lepas,insya Allah orang mendengar teduh hati dingin jiwanya.Dan jika telah masak pada batang tubuhnya,mampu membuat kita jauh dari penyakit nafas.

Sekali lagi mohon izin duhai para sepuh,dengan bi’ismillahirahmanirahiim maka baitnya saya bunyikan::,

TAPSIN NAMA LIDAHKU
GURUH CINTA NAMA SUARAKU
BULU NAGA MELANCAR-LANCAR DI TENGAH BALAI PANJANG
SUARAKU TIDAK BULEH TUNDUPAN
TURUN ANGKA DARAH GEMURUH
NAIK ANGKA DARAH BERANI
TEGUNJAH KEPADA AKU
AKULAH ULU BALANG NABI MUHAMMAD

LAA ILA HAILLALLAH MUHAMMADARASULALLAH
Cara penyatuannya:-pertama bila hari menjelang sore ambillah sebiji buah jeruk/limau purut.lalu irislah menjadi tiga bagian tapi irisannya jangan sampai tembus.Dan simpanlah dahulu limau tersebut dalam mangkuk putih polos/boleh juga gelas.Pastikan limau tersebut tidak kelangkahan.
-kedua banggunlah sepertiga malam terakhir dan diriakanlah shalat hajat dan mohonkanlah izin pada Allah untuk redho dan berkat pakaian ini.lalu pergilah ke sungai terdekat yang ada jeramnya(pastikan ada batu yang sebagianya tersembul nampak dipermukaan) dan mandilah.setelah itu naiklah di atas batu ybs tampunglah limau tadi di pangkuan telapak tangan dan bisikkanlah imbauan tadi dengan suara rendah sekedar nafas kita mengena kepada limau tadi setelah selesai sapukanlah limau kesekujur badan kita seperti kita bersabun.

cara pemakaiannya:lafadzkanlah dengan suara rendah imbauan peluas suara ini tujuh langkah sebelum kita menginjak lantai,tangga,teras,halaman atau tempattujuan kita.bila tidak,maka gugurlah manfaat pakaian ini untuk saat itu.

pantangan:menurut faham guru yang menurunkan pakaian ini,selama setahun kita tidak boleh memakan beras ketandan sejenisnya dengan sengaja.bila terlanggar maka kita harus mengulangi kaifiat ini lagi.

Demikianlah telah saya tuliskan ini pakaian demi lestarinya kearifan tetua nusantara,biar tak lenyap di muka bumi.iklas redho saya serahkan mudah-mudahan ada berjodoh.kususunkan jari nan sepuluh mohon maaf tuan dan sesepuh penuh sadarku,atas langit masih ada langit,mohon perkenan maaf salah kletik selip lidahku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *