Minyak Sakti Asal Dayak Segera Dipamerkan

BANJARMASIN, RABU—Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan (Kalsel) segera memamerkan beberapa jenis minyak “sakti” asal Dayak Loksado, yang selama ini sering menjadi pembicaraan warga, namun sulit untuk mendapatkan maupun menyaksikan khasiatnya secara langsung. Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Bihman Muliansyah di Banjarmasin, Selasa mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran dan mengumpulkan keberadaan beberapa minyak “sakti” yang selama ini menjadi “senjata” bagi warga Dayak yang tinggal di Pegunungan Meratus dalam menghadapi berbagai penyakit maupun lainnya. “Saya yakin minyak ’sakti’ tersebut akan menjadi salah satu daya pikat dan cukup ampuh menghidupkan kembali sektor wisata Kalsel terutama dalam menyambut Visit Indonesia Year (VIY) Kalsel 2009,” tambahnya.

Beberapa jenis minyak “sakti” tersebut diantaranya minyak kuyang yang merupakan minyak pengasihan atau minyak yang berfungsi untuk membuat orang yang dikehendaki sayang atau jatuh cinta. Menurut cerita, tambahnya, bila seseorang menginginkan untuk disayangi cukup dengan mengoleskan minyak tersebut kepada orang yang dimaksud. Selain itu, minyak belawan yang berfungsi mengobati orang yang terkena berbagai macam penyakit seperti penyakit stroke, konon kabarnya beberapa orang yang terkena penyakit yang membuat kecacatan fisik tersebut hanya dioles dengan minyak itu sudah sembuh.

Kemudian minyak landak yang akan membuat orang kuat berjalan atau lari hanya dengan mengoleskan minyak tersebut pada kakinya, biasanya bermanfaat bagi olahragawan lari maupun pemain sepakbola. Diduga karena khsiat minyak landak tersebut, banyak warga Pegunungan Meratus kuat melakukan perjalanan jauh hingga berjam-jam dengan kecepatan tinggi. Misalnya untuk menempuh wisata air Terjun Haratai, orang luar harus menempuh perjalanan hingga empat jam, namun orang lokal cukup dua jam. Selain itu, minyak bintang yang mampu menyembuhkan luka patah kaki, patah lengan dan luka lainnya dengan cepat. “Beberapa cerita khasiat minyak tersebut sering terdengar dimasyarakat, namun jarang yang pernah menyaksikan dan membuktikan khasiatnya sehingga tidak sedikit yang penasaran, makanya akan kita bikin tempat untuk memajang minyak tersebut dilokasi wisata Loksado,” katanya. Selain ruang pamer (showroom) minyak “sakti”, tambahnya, juga akan dibangun rumah anggrek Loksado yang berfungsi untuk memamerkan budidaya seluruh species anggrek Pegungungan Meratus yang mungkin kini telah banyak yang hampir punah. Bukan hanya itu, tambahnya, kini pembangunan rumah besar atau rumah ganal yaitu rumah tempat berkumpul dan tinggal warga dayak juga hampir selesai. “Potensi-potensi tersebut diyakini akan mampu menyedot kunjungan wisatawan dalam negeri maupun luar negeri ke Kalsel, terutama pada saat dibukanya VIY Kalsel 2018,” katanya.(ANT)