Kami pernah di undang salah satu sahabat kami dari luar kota. Kami di minta untuk menangani ibu nya yang sakit. Penyakit ibu nya banyak sekali, diantaranya parkinson / buyutan, stroke , hipertensi, diabetes, jantung.

Ibunya sahabat kami tersebut sudah berulang kali keluar masuk rumah sakit. Usia si ibu tersebut sekitar 70 – 75 tahun.

Waktu kami datang kerumah nya, kami melihat kondisi si ibu sangat memprihatinkan. Si ibu badan nya tampak lemah sekali. Untuk makan dan minum harus pakai selang. Tiap hari pakai diapers.

Putra si ibu tersebut seorang dokter. Kami datang kerumah ibu tersebut juga di undang pak dokter tersebut , putra si ibu yang sakit.

Sudah lama penyakit yang di derita si ibu. Akibat terlalu sering minum obat kimia untuk jangka waktu lama, efek nya sangat tidak bagus bagi si ibu tersebut. Tiap hari si ibu harus minum obat. Tapi tidak ada perubahan sama sekali terhadap kondisi kesehatan si ibu. Kondisi nya tambah parah, tidak tambah membaik.

Disini saya akan mengupas tentang penyakit Parkinson , Hipertensi dan Diabetes nya. Kalau saya kupas semua, akan membutuhkan waktu yang lama. Karena kami menangani ibu tersebut juga membutuhkan waktu yang lama.

Sebelum kami ke rumah si ibu tersebut, putra si ibu yang dokter yang mengundang kami, sudah menceritakan kepada kami kondisi ibunya. Jadi kami pergi kerumahnya dokter tersebut dengan membawa jamu dan ramuan herbal.

Untuk mengobati penyakit yang di derita si ibu, kami membawa ramuan herbal yang terdiri dari :

1. Tempuyung.
2. Pegagan.
3. Kumis Kucing.
4. Klorofil.
5. Benalu.
6. Daun Kelor.
7. Daun Sirsak.
8. Sambung Nyawa.
9. Sambiloto.
10. Sirih Merah.

Kami juga membawa jamu. Jamu tersebut juga dari rebusan bahan-bahan yang kami sebutkan di atas.

Waktu pertama kali kami melihat kondisi si ibu , kami sempat pesimis. Ternyata kondisi nya tidak seperti yang kami bayangkan. Kondisi nya memang memprihatinkan. Tapi kami harus tetap berusaha. Kesembuhan hanya milik Allah. Hanya kepada Allah kita minta pertolongan.

Kedua tangan si ibu bergerak terus. Penyakit parkinson nya agak parah. Tangannya tidak bisa diam. Pertama kali yang di lakukan suami saya adalah memijit telapak tangan nya si ibu. Setelah ke dua tangan si ibu sudah selesai dipijat , suami saya memijit telapak kaki si ibu.

Waktu telapak kaki nya di pijit , si ibu meronta kesakitan. Putra nya si ibu yang dokter , megangi ibunya agar tidak meronta.

Alhamdulillaah, si ibu masih bisa merasakan sakit. Mudah mudahan kondisi si ibu bisa lebih baik. Kami jadi semangat untuk menangani si ibu tersebut.

Kasihan juga melihat si ibu kesakitan karena dipijat. Tapi pijatan tersebut berfungsi untuk merangsang syaraf – syaraf yang sudah lemah dan untuk melancarkan peredaran darah.

Setelah selesai di terapi, kami berkumpul dengan putra – putri si ibu di ruang tamu.

Suami saya menjelaskan kepada putra – putri si ibu.

” Jamu ini di minum kan sehari 2x. 1x minum dosis nya 1/2 gelas. Kalau jamu nya sudah habis, rebus ramuan herbal ini. Takaran nya secukup nya saja dari tiap-tiap bahan. Yang penting dosis minum nya sehari 2x “, begitu kata suami saya.

Lalu putra si ibu yang dokter, bilang ke suami saya. ” Ustadz , apa bisa ibu saya tidak usah minum obat ? Ibu saya minum jamu ini saja. Karena obat-obatan yang di minum ibu saya tidak membuat kondisi ibu saya jadi lebih baik. Saya akan menstop obat-obatan yang di minum ibu saya selama ini “,.

Kata suami saya, ” InsyaAllah bisa “.

Setelah kami rasa cukup, kami minta ijin pulang.

Seminggu kemudian kami di undang lagi ke rumah si ibu.

Alhamdulillaah, sekarang si ibu sudah tidak dipasang selang lagi untuk membantu nya makan dan minum. Sudah seminggu obat-obatan kimia sudah dihentikan. Si ibu hanya minum jamu herbal seperti yang kami sarankan.

Alhamdulillaah, penyakit parkinson nya sudah ada perubahan. Sudah tidak parah seperti minggu kemarin.

Kata putranya ,” Alhamdulillaah tensi ibu stabil , gula nya juga stabil “.

Suami saya menerapi si ibu lagi. Tangan dan kaki nya di terapi secara bergantian. Waktu di pijat , si ibu selalu meronta kesakitan. Tapi putra – putri nya memegangi ibunya agar tidak meronta.

Setelah selesai, kami minta ijin pulang.

Minggu depan nya kami di undang lagi kerumah si ibu.

Alhamdulillaah, penyakit parkinson si ibu sudah sembuh. Kedua tangannya sudah normal. Tensi nya juga stabil, gula nya juga stabil. Kondisi si ibu jauh lebih baik dari waktu kami datang pertama kali.

Alhamdulillaah. Manusia hanya bisa berusaha dan berdo’a. Untuk hasil akhir nya, Allah juga yang menentukan.
Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah SWT.

Semoga postingan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *