jin dalam tubuh manusia

Bismillah
Assalamulaikum sahabat iman yuk menelisik gangguan akar sumber kerja jin yg berulah dlm tubuh manusia perkataan
al-Qursyi berikut :

حدثنا أبي، حدثنا هشيم بن إسماعيل بن أبي خالد عن قيس بن أبي حازم قال:

ما من فراش يكون في بيت مفروشا لا ينام عليه أحد إلا نام عليه الشيطان…

“Tidak ada satu kasur pun yg tergelar di dalam suatu rumah yg tidak ditiduri oleh manusia, kecuali SETAN AKAN TIDUR DI ATAS KASUR ITU…”

(Akamul Marjan fi ahkamil Jaan hal.150)

Maka hendaknya sebelum kita tidur, tebaslah kasur dengan sapu lidi atau semacamnya, terlebih jika kita sedang singgah ke rumah orang, krn kita tdk tau setan apa yg suka tidur di atas kasur tsb…
lebih baik lg ambil air wudhu dan baca dzikir sbelum tidur

Jika tidak, maka jangan tanya kenapa bisa ketindihan, mimpi buruk,dan pagi bangun dlm keadaan keruh hati

( SUNNAH ) MENGIBAS TEMPAT TIDUR SEBELUM TIDUR –
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Apabila salah seorang diantara kalian hendak tidur maka mengibas tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menimpa padanya. (HR. Bukhari 6320 dan Muslim 2714) Faedahnya untuk kebaikan tidur kita, dan diamalkan mendapat pahala sunnah Insya Allah menambah keberkahan hidup. Ini salah satu sunnah Nabi sebelum tidur.

Riwayat tambahan lain :
Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengibasinya kembali. (Sebagaimana hadits riwayat Tirmidzi. 3410,

Dri penjelasan diatas kaitan erat dngan bekas syaiton/ jin sangat erat yg berada dlm tubuh manusia dngan pembaringan

Tidur merupakan suatu nikmat yang diberikan Allah Swt khususnya kepada manusia. Tidur juga waktu istirahat manusia dari aktifitasnya. Dalam ajaran Islam ada ayat Al_qur’an dan Hadits Rasulullah Saw yang menjelaskan tentang tidur. Mulai dari adab tidur sampai kepada manfaat dari tidur itu sendiri. Syaikh Abdur Rahman Bin Nashir As Sa’di berkata Tidur merupakan satu bentuk dari rahmat Allah sebagaimana yang
firman Allah Swt. وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur”. (QS. Al Qashahs: 73) وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ “
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. (QS. Ar Rum: 23) Ketika manusia terlelap dalam tidurnya, maka dia tidak akan merasakan apa-apa lagi. Mungkin dia hanya merasakan mimpi. Manusia yang sedang tidur biasanya sering didatangi oleh setan. Maka Rasulullah Saw menganjurkan kita untuk berwudhu, membaca doa mau tidur dan lain sebagainya. Setan bukan hanya mengganggu manusia melalui mimpi yang menakutkan. Akan tetapi setan bisa membuat manusia susah untuk bangun dari tempat tidur. Penyebabnya adalah setan sudah mengikat manusia tersebut. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda :“Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan (simpul) ketika kalian tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur itu): ‘Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak.’ Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Swt (berdoa), maka terurailah (terlepas) satu simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi. Dan kemudian apabila ia shalat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan bersemangat dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun shalat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas .” (HR. Al-Bukhari no.1142 dan Muslim no. 776) Itulah tiga hal yang menjadikan seseorang bangun kesiangan, yakni ketika terjaga dari tidur tidak berdzikir (berdoa), tidak berwudhu dan tidak melaksanakan shalat malam atau shalat shubuh. Sehingga orang ini seolah menjadi tawanan setan dengan kedua tengkuknya diikat, maka setan pun mudah untuk menghinakannya dengan cara mengencingi kedua telinganya. Suatu hari pernah diceritakan kepada Rasulullah Saw tentang orang yang tidur semalam suntuk tanpa mengingat untuk shalat, maka beliau menyatakan: “Orang tersebut telah dikencingi setan di kedua telinganya.” (Muttafaqun ‘alaih). Kesimpulannya adalah setan mengikat manusia disaat tidur, sehingga menyebabkan manusia khususnya umat islam melalaikan shalat subuh. Untuk itu kita tidak boleh kalah dengan setan. Kita harus melawannya seperti apa yang telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah Saw diatas.
1. Berdo’a (bacaan bangun tidur): Alhamdulillahilladzi ahyana ba’dama amatana wa ilaihin nusur (Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.) (HR. Al-Bukhari 11/113, Muslim 4/2083)
2. Berwudhu‘
3. Melaksanakan shalat. Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang ikatan setan kepada manusia yang lagi tidur. Mudah-mudahan kita bisa membuka ikatan setan tersebut, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dan kewajiban kita kepada Allah swt. Aamiin.
Barrakallohufiikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *