terbukanya tabir gaib

>>>Terbukanya tabir itu berawal dari terjadinya keadaan “liyep layaping aluyup” atw dgn kata lain, yg bisa membuka tabir pembatas antara “hamba” dgn “Tuhannya” adlh keadaan “liyep layaping aluyup”. Masing2 kata harus dipahami dgn benar.
Yang pertama adlh Liyep. Saat qt hendak tidur, yaitu saat qt merebahkan badan n mata mulai qt pejamkan, maka pada saat itu qt berada dlm kondisi “liyep”. Tentu, qt blm tidur, tetapi mata mulai terasa berat n mulai terpejam. Jadi langkah utk meditasi(semedi) adlh liyep. Pada tahap ini pelaku mulai menggembalakan pikirannya (mbuh nyambung po ora yo?)
Tahap kedua adlh “layap”. Pada tahap ini pelaku mulai bisa me ngerem kembara pikiran. Ini bisa dgn cara skdr mengawasi pikirannya n tdk ikut terbawa oleh pikiran. Bisa jg dgn menghentikan pikiran dgn kembali fokus pada meditasinya, misal fokus pada lapal mantra,gerak napas dll. Tentu pada saat “layap” ini pelaku meditasi msh bs mndengarkan suara2 yg ada disekitarnya. Fokus terus ditingkatkan n akhirnya pelaku akan mengalami suasana terang spt keadaan dimalam hari yg mndpat pancaran cahaya rembulan purnama.
Tahap ketiga adlh “luyut”. Makna luyut adlh melesatnya “atma” dari raga (badan). Bukan jiwa (sukma) yg melesat tetapi atma nya, secara khusus luyut berarti menyatunya Sang Gesang (Hidup) dgn Hyang Gesang Agung. Gerak pikiran sdh berhenti samasekali, Sang Gesang menuju alamnya sendiri. Disanalah Sang Gesang dpt mngetahui segala yg tergelar di bumi ini, sejak keadaan itu blm diwujudkan hingga keadaan akhirnya.
Jika s2org dlm hidupnya sdh sampai pada keadaan ini, ia akan mendapatkan kewenangan utk menentukan dirinya di masa yg akan datang. Ia sdh tdk terjerat oleh “hukum alam”
Sedikit uraian yg bisa sy tulis, dlm hal ini dlm “bahasa ibu” n utk versi tasawuf sdh pernah sy tulis jg (berbeda tapi tetap satu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *