memperbaiki jiwa dan batin

Wahai hamba Alloh, hendaklah kamu itu selalu memperhatikan apa yang menjadi kewajiban bathin mu kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Karena ia lah yang kekal dan akan kembali kepada Alloh. Sementara raga jasad mu juga akan kamu tinggalkan, lalu untuk apa selama ini kamu selalu memenuhi apa yang menjadi kebutuhan raga jasad mu yang kamu akan tinggalkan?
Maka pahamilah, itulah yang di sebut nafsu nafsiyah, nafsu sesaat yang selama ini menjadikan kita terhijab dari kenyataan Alloh.
Sementara jika kamu terus turuti nafsu tersebut, maka niscaya ia akan membawa mu kepada kenikmatan kenikmatan sesaat yang akan melalaikan dari kenikmatan yang kekal abadi. Nafsu nafsiyah mu itu sungguh tidak tau aturan dan tidak punya batasan. Maka sampai menjelang ajal mu pun ia tetap mempunyai ke inginan yang melalaikan mu kepada Alloh. Keinginan keinginan yang selain Alloh.

Perlu kamu ketahui, di alam bathin mu ada alam yang sangat luas sekali melebihi alam jagat raya yang bisa kamu saksikan dengan mata lahir mu ini. Itulah alam tauhid. Maka tenggelamlah kamu pada alam tauhid nya Alloh tersebut. Alam ilahiyah yang tidak memiliki batas. Di situ kamu akan mengetahui segala pengetahuannya Alloh, kamu akan di bukakan pintu pintu kerahasiaan milik Alloh. Segala apapun rahasia tentang Alloh.
Dengan satu syarat, bahwa kamu harus berhasil menundukkan nafsu mu itu yang berlari lari kepada selain Alloh. Larikanlah nafsu mu hanya menuju kepada Alloh.

Karena hukum syari’at pun menegaskan, yang akan dinilai oleh Alloh hanyalah amalan bathin mu. Amalan lahir mu akan gugur di hadapan Alloh.

Seumpama, kamu memberikan satu makanan kepada tetangga mu, tapi hati mu tidak ikhlas. Lahir nya makanan tersebut benar benar di makan oleh tetangga mu itu, tapi secara bathin kamu tidak ikhlas. Maka itu tidak akan di catat oleh Alloh sebagai satu amalan baik. Malah akan menjadikan satu catatan sebagai amalan dosa. Karena bathin mu tidak ikhlas, maka makanan itu harom untuk di makan, karena kamu memberikan makanan harom maka kamu telah menanam satu kedzoliman yang akan berbuah dosa.

Maka amalan bathin ini sungguh tidak main main, gambaran serendah rendahnya iman adalah menyingkirkan duri dari pinggir jalan. Karena untuk mampu melakukan hal tersebut, sungguh di perlukan kesadaran bathin.
Ketika melihat adanya duri, bathin mu sadar, bila itu tidak kamu singkirkan, tentu akan dapat melukai orang lain dan sebagainya.
Maka jadikan perilaku lahir mu itu menjadi perilaku bathin. Jadikan perangkat lahir mu itu menjadi kendaraan ibadah bathin mu kepada Alloh.

Maka cabang iman yang tertinggi adalah, laa ilaha ilalloh. Tiadakan dulu laa ilaha tuhan tuhan selain Alloh. Tiadakan dulu sesembahan sesembahan pada bathin mu. Baru adakan Alloh.
Baru ilalloh.
Dari situ kamu akan melakukan segala amal apapun ibadah karena Alloh. Di kala itulah kamu di katakan lillahi ta’ala dalam segala amal. Di situlah kamu di sebut fana terhadap makhluk. Karena bathin mu sudah ngadep dengan benar, sudah menunjuk dengan benar. Dan memiliki perilaku karena Nya dengan benar.

Selamat mengamalkan, semoga apa yang bisa saya sampaikan ini bermanfaat dan menjadi amalan sholihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *